Panen Padi PM-AAS di Bantul, BRMP DIY Catat Produktivitas 10,26 Ton per Hektare
BANTUL, DIY (8/9/2026) – Penerapan model Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang didampingi Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Yogyakarta kembali menunjukkan hasil positif. Panen padi PM-AAS di lahan seluas 2 hektare milik Kelompok Tani (KT) Sedyo Rukun, Sanggrahan, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul, mencatat rata-rata produktivitas 10,26 ton per hektare.
Kegiatan panen dihadiri Katimker Pengujian Spesifik Lokasi BRMP Yogyakarta, Penyuluh Kementerian Pertanian Kapanewon Jetis, serta kelompok tani pelaksana.
Hasil tersebut diperoleh berdasarkan tiga kali ulangan ubinan dengan produktivitas masing-masing 11,00 ton/ha, 10,80 ton/ha, dan 8,98 ton/ha. Dengan demikian, rata-rata produktivitas mencapai 10,26 ton/ha.
Capaian tersebut meningkat dibandingkan musim tanam sebelumnya pada lahan yang sama yang menghasilkan sekitar 9,5 ton/ha. Artinya, penerapan PM-AAS mampu meningkatkan produktivitas sekitar 7,40 persen.
PM-AAS merupakan model pertanian modern dan presisi yang mengedepankan penerapan mekanisasi, sistem tanam benih langsung (direct seeding), serta pengaturan populasi tanaman yang lebih optimal. Pendekatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi budidaya sekaligus mendorong produktivitas padi hingga kisaran 9–10 ton/ha.
Tidak hanya di lahan sawah, penerapan PM-AAS juga menunjukkan hasil pada lahan tadah hujan. Sehari sebelumnya, 7 September 2026, BRMP Yogyakarta melaksanakan panen padi PM-AAS seluas 0,4 hektare di Kebun Percobaan IP2MP Banyakan.
Hasil tiga ulangan ubinan di lokasi tersebut masing-masing mencapai 7,60 ton/ha, 7,36 ton/ha, dan 9,28 ton/ha, dengan rata-rata produktivitas 8,08 ton/ha. Angka tersebut meningkat dibandingkan produktivitas sebelumnya yang berada pada kisaran 5,5 ton/ha, atau mengalami peningkatan sekitar 47 persen.
Pelaksanaan ubinan dilakukan bersama BRMP Yogyakarta dan Penyuluh Kementerian Pertanian Kapanewon Piyungan.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa penerapan pertanian modern dan presisi melalui PM-AAS berpotensi meningkatkan produktivitas padi pada berbagai kondisi lahan. BRMP Yogyakarta terus mendorong agar teknologi dan model PM-AAS dapat diterapkan secara lebih luas oleh petani.
Diharapkan penerapan PM-AAS secara massal dapat meningkatkan produktivitas padi sekaligus mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani di Daerah Istimewa Yogyakarta.